Senin, 11 Juni 2012

Mata Kekasih

Matanya mata kekasih. Tajam, menusuk dalam. Matanya mata kekasih. Seperti ratusan elang mengepakkan sayap, membawa kabar-kabar cakrawala. Matanya, setetes embun, menaklukan kerasnya bebatuan. Duhai gurita malam, sungguh gelap amatlah terang. Desakan aroma matanya menggerakkan hati siapa saja. Apakah bintang-bintang benar bersangkar di matanya, sebab matanya, mata begitu indah di mataku? Ataukah aku yang sedang sakau? Sampai bait terakhir syair ini… matanya, tetap mata kekasih… Semarang, 18 Mei 2012

Sabtu, 26 Mei 2012

Kau ...

Entah siapa kau yang membenamkan tatapan bintang ke mataku. Tidak tahu darimana kau bermula. Namun, ribuan getaran mencipta gelombang elektromagnetik di aliran darahku. Jantungku ngilu disentuh ratusan embun. Baru kemarin aku mengenalmu. Tetapi rasa-rasanya kita pernah bertemu. Buliran-buliran jingga itu seakan terus membanjiri jiwaku. Menggodaku... Sekali lagi, aku tak pernah tahu siapa kau,duhai degupan nadiku. Yang kutahu adalah kegersangan ini pelan-pelan menyejuk dengan sakral...

Selasa, 15 Mei 2012

Kasih Putih yang Menghitam

Malam dekaplah aku erat,sebab aku tak mampu lagi mengulum senyum dalam sujudku. Kurasa desah kerapuhan, kucium nadinya di celah-celah lubang hati, tetapi luka. Sambutlah tangan ini wahai hari yang kian petang, kasih putih tiada bertara. Hendak menggapai lentera itu namun tak sanggup. Dialah sesungguhnya sang kandil kemerlap, kini pelitanya hitam, menikam. Meredup perlahan. Duhai gurita kegelapan, cambuk aku dengan gelapmu. Mangsa aku dalam tegasmu agar tak sakau dimabuk rasa. Biarkan sekujur tubuhku meleburkan asa, mencaci raga tanpa suara ataukah sekedar mencari pelarian dari benda bernama cinta. Malam dekaplah aku erat, sebab aku tak mampu lagi menampung buliran mutiara dalam mataku.....

Jumat, 04 Mei 2012

WAJAH SAKAU PERTANIAN NEGERIKU

Dengar,
Dengarkah desah kerapuhan tadi malam?
Atau senandung keraguan tatkala pagi menjelang.
Kita telah terbangun,
selalu terbangun di abad ini.
Karena mata kita adalah mata rantai mata yang melihat jutaan hektar hutan, sawah, ladang, perkebunan, peternakan, perikanan.

Betapa tak lepas dari pandang kita, ada ribuan burung camar kerap terbang di atasnya.

Kita pasti menyaksikan, perhelatan cuaca dan musim, denyut nadi sungai dan lautan serta nafas-nafas bencana mengendap diam-diam.
Entah, kapan terakhir kali kita mengalami, rasanya sudah terlampau lama hingga zaman terseok, wajah negeri pun sakau dilibas habis krisis, tak habis-habis, atap bangsa roboh, jatuh berserak-serak.

Derai-derai ekonomi petani rakyat terburai, airmatamu, wahai petani, tumpah berlerai-lerai.
Tidak kah kita malu? malu pada puluhan petani.
Hidup kita disubsidi, subsidi dari keringatnya.
Tidak kah kita malu? pada bulir-bulir indah, kuning keemasan itu seusai dipanen satu-satu, dikemas menjadi satu tetapi ketika tiba di kotaku bibirku lesu, untuk mengatakan bahwa inilah bentuk penindasan di negeriku.

Hai, anak zaman yang megah adakah rasa bersalah? menggantung di hatimu.
Kita hirup bau asap pembakaran gabah kita hisap udara bernanah, hebatnya kita dengan tangan terkepal di hadapan pemerintah.
Antara swasembada dan tidak swasembada, antara menghentikan dan meneruskan impor beras, dan antara luka kita dan luka mereka.

Mentari baru kembali terbentang, namun nasib buruk petani tak beringsut hilang.
Garis-garis penderitaan tergambar jelas berkepanjangan, berulang-ulang, setiap pemilu datang.
Kepada mereka janji-janji kampanye diumpankan.
Sedang perubahan berlari sangat lamban.
Kepada Presiden yang naik turun, menteri, pejabat eselon, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah.
Kepada penghuni bumi yang berleha-leha dan kepada semesta yang kian murka, Doa ini kita sanjungkan untuk mereka, para petani, penopang kerontang perut bangsa.

Rabu, 18 April 2012

Aku ingin sendiri sampai bulan desember berakhir, agar ku tak meninggalkan kejemuan di hati seseorang atau luka karena berkawan. Sebab aku enggan menjadi embun hanya untuk seorang saja, sebab ranting-ranting hatiku masih rapuh, dan sebab daun-daunnya belum tumbuh. Ketakutan mendera serta langkah yang tertatih, seakan sebongkah millestone bahwa aku memang harus sendiri sampai bulan desember berakhir.

Kamis, 05 April 2012

Gamang

Titik api ini sakral dan dalam, melagukan lagu kegamangan akan hidup, setengah mengoyak pikirku, untuk mencari jalan terang. Ada titik hitam yang membuatku takut. ia serupa malam tanpa akhir, menebar bau-bau sesak, ia jahat mencengkram hati, menggali borok di dindingnya. Ia menjumpaiku setiap musim berganti, memasungku dalam mimpi, aku letih dan lemah, sampai darahku deras mengucur, ia terus melukaiku. Dan putih itu pun pergi lagi... Kemudian... ada rasa asing yang menyelinap, dalam-dalam dan sakral. Menjentikkan warna merah jambu, hingga buliran dilema itu pun benderang mencuat ke permukaan, sedang aku ingin mencintaimu dengan hitam, dengan luka di tubuhku, dengan pengkhianatan, meskipun kandas, hati ini tak jua ingin menutup lembaran usang. Terus bergolak, mereguk nyeri hati, pada pilihan-pilihan sakral, pada kejemuan lara, tetapi aku masih tetap berjalan di atas derap-derap kelam... Puisi by verra

Rabu, 04 April 2012

You Are Loved (Don't Give Up) - oleh: Josh Groban

Don't give up... It's just the weight of the world... When you're heart's heavy... I...I will lift it for you... Don't give up... Because you want to be heard... If silence keeps you... I...I will break it for you... Everybody wants to be understood... Well I can hear you... Everybody wants to be loved... Don't give up... Because you are loved... Don't give up... It's just the hurt that you hide... When you lost inside... I...I will be there to find you... Don't give up... Because you want to burn bright... If darkness blinds you... I...I will shine to guide you... Everybody wants to be understood... Well I can hear you... Everybody wants to be loved... Don't give up... Because you are loved... You are loved... Don't give up... It's just the weight of the world... Don't give up... Every one is to be heard... You are loved...

Minggu, 01 April 2012

Kusadar hidup ini hanya sebentar....untuk apa putus asa...hanya buang buang waktu saja. Bukankah setiap orang punya masalah yang harus kita lalui dengan hati yang tabah...lupakanlah semua masa lalu kelabu, kita susun langkah baru... Harapan, kesempatan dan waktu tidak akan datang dua kali dalam hidup... Maka bersyukurlah,,hari ini kita masih bisa berjumpa, melihat dunia dan bersenandung dalam cinta. Hidup memang berat, tapi harus tetap dijalani. Semua pengorbanan menjadikan kebahagiaan. Jalan masih panjang...jadilah terang di antara gelap. Jadilah air di tengah tandusnya padang. Jadilah jawaban,,jangan hanya ucapan. Jadilah harapan jangan hanya berharap...Terus melaju ke depan,,melaju kencang dengan segenap kekuatan...

Jumat, 30 Maret 2012

Istimewa...

Istimewa...
dengan nilai 100 terendap dalam hati
Istimewa...
begitu sederhana
Istimewa...
selalu mencoba untuk melangkah ke depan
tanpa mengabaikan masa lalu
Istimewa...
tak sedikit pun mengumbar kehebatannya
Istimewa...
sangat istimewa
entah sejak kapan istimewa itu ada...

Rabu, 21 Maret 2012

Star

Singing by Kim Ah Joong..
For you that have someone who is hidden in your heart...

the wind is shaking the windows,and over my small room,
the stars fill up the sky, shining brightly too many to count,
the stars reassure tired me
they wipe away the many tears that are deep inside me

don’t be hurt too much..they hug me tight and pamper me
and comfort me,
telling me to go to sleep

though I’m exhausted to the point where I can’t walk
though my tears blur my vision
I’ll still smile in front of my love that I’m not able to get

Even though our happy times were short, I’ll treasure it deep inside my heart
like those countless number of stars, forever

My dream is coming. though it is unusual that my one star is bright
it is very bright, even blinding..it comes down to my shoulder
stop being so sad..it holds my hand as it touches me
and gives me a warm hug

though I’m exhausted to the point where I can’t walkthough my tears blur my vision
I’ll still smile in front of my love that I’m not able to get

Even though our happy times were short, I’ll treasure it deep inside my heart
like those countless number of stars, forever

Only for today, I won’t cry though my eyes fill with tears
I want to laugh like those stars
Oh~ I want to cherish all my happy moments deep inside my heart
Like those countless number of stars, forever

Minggu, 04 Maret 2012

Tulisan ini berjudul 'Don't give up!'

Good night...
Alone in two night...

Setelah malam minggu kemarin pun masih sama keadaannya. Dengan rintikan gerimis yang menggoda. Gelap merangkak pelan-pelan,,semua masih sama.
Seperti perasaan ini,,tetap sama...
Mungkin ini yang dinamakan roda kehidupan. Ada saatnya berada di atas dan ada saatnya di bawah. Tak ada satu pun yang sempurna di dunia ini,,kecuali seorang dengan ambisinya berharap sempurna.
Dan maret pun selalu menjadi bulan yang penuh tantangan. Di mana dalam sendiri itu justru banyak hal yang mestinya dijalani. Bahkan hal memuakkan sekalipun.
Kadang kita menganggap diri kita telah cukup dengan apa yang kita miliki. Tapi tidak untuk orang lain, di sekitarmu. Seorang yang menyebut dirinya 'Secret Admirer' barangkali. Dia... menginginkan kita menjadi lebih.
Lalu, motivasi apa untuk kita dapat bergerak maju ke depan tanpa mengabaikan pengalaman di belakang. Hidup ini harus terus dijalani, bukan dihentikan. Meski kita merasa tak ada gunanya lagi mencapai impian kita saat tak ada orang yang mencintai kita.
Pikiran seperti itu salah! sangat salah! manusia bukan satu-satunya motivasi kita untuk berjalan atau berhenti! motivasi itu adalah kau dan Penciptamu!
Jadi, teruslah melaju, berlari dan melompat lebih tinggi!

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...