Selasa, 19 April 2022

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara
tanpa pernah peduli marabahaya
tidak kah kau ingin bertanya
apa aku baik-baik saja

dunia ini fana
manusia hanyalah raga
jiwa sejati bukan di sini
kelak kembali kepada-Nya

sedikit saja
tengok ke dalam diriku
adakah berbeda
dari jejakmu dulu
sebentar saja
pahami hatiku
yang diciptakan Tuhan
untuk suatu tujuan

tiada salahnya sesekali
coba renungkan alasanku dilahirkan
sejenak buka mata hatimu
aku hanya titipan dari Tuhan



Minggu, 27 Maret 2022

Sesal

setelah jauh
dari tempat kau tumbuh
pikiran dan hati beradu
lawan waktu
yang kian laju
bersama kenangan juga rindu

apa kau menyesal?
sebab tinggalkan ruang kecil
saat ditimang dahulu
lidahmu
mungkin enggan mengaku
bibirmu kelu
tetapi
sorot matamu
adalah jendela itu


Tegal, 20 Maret 2022

Sabtu, 05 Maret 2022

Lukisan dan Jejakmu

lukisan itu

masih kau simpan

di sudut ruang

yang sunyi senyap

ku bawa  

sisa jejakmu

dari bufet tua

rak sepatu berdebu

dan sayap elang, kesayanganmu

kan kurawat

agar kau tetap hidup

walau sebilah papan

telah ukir namamu

yang Tersisa dari Kenangan

yang tersisa dari kenangan

adalah lukisan berdebu

teronggok di ruang tanpa suara

 
yang tersisa dari kenangan                                                   

adalah bayangan masa kecil

manakala kau genggam kedua tangan

mendekapku dalam kedinginan

tertawa di beranda favoritku

menyeruput segelas kopi hitam

seraya duduk di kursi bambu

 

yang tersisa dari kenangan

adalah samar kebersamaan

sulam keriangan

atau santap malam yang membahagiakan

 

yang tersisa dari kenangan

adalah namamu di sebilah papan

mengapit tanah bertabur kamboja

 

yang tersisa dari kenangan

adalah kerinduan untuk pulang

pulang ke tempat yang kau sebut rumah

Tegal, 5 Maret 2022

Selasa, 01 Maret 2022

Antara Kenangan (2)

kugenggam tanganmu

tatkala napas terempas dari dada

tak lagi ada detak jantung

kulitmu membeku

 

kualirkan energi

dan terus memanggil nama itu

berharap kau tak lekas pergi

sebab aku belum siap

seorang diri hadapi

dunia yang terjal jalannya

 

tiga puluh menit berlalu

ku masih yakin kau belum pergi

meski nadimu tak terasa lagi

 


tapi

pada menit ketiga puluh satu

ku rasa aliran darahmu

denyut nadi

irama jantung

pelan ku lepas genggaman itu

aku mundur

manakala mereka hampiri tubuhmu

yang mulai hangat

 

kukira kau tak pernah tahu

aku yang meminta kau kembali

dan terus menarik erat

saat kau hendak terpental

ke alam yang tak kukenal

 

sampai kau tersadar

tak ada kata terucap untukku

tetapi dari kornea matamu terlihat

kau berusaha kuat

untuk tidak melenakan hatiku

dengan “terima kasih” dan “sayang”

 

Yogyakarta, 2011

Sabtu, 26 Februari 2022

Ku Berikan Untukmu

Ku berikan untukmu

Buket mawar kuning dan merah 

dalam kertas wrap biru

Ku sisipkan setangkai gardenia

sebagai tanda

ku terima semua rasa



Ku berikan untukmu

setali krisan

dan rangkaian mornig glory

yang baru saja mengembang

biar ku letakkan di teras saja

sebagai bukti keberadaan-Nya


Jadi

usah kau siram

sebab bunga-bunga itu tetap tumbuh 

usah kau rawat

Tuhan lah yang memupuknya

untuk harumkan tiap langkahmu


26 Februari 2022

Selasa, 01 Februari 2022

Sesunyi Rasa

saraf-saraf kecil di kepalaku

tak henti melukis tentang tatap

gelombangnya hentak relung jantung

mencipta debaran kian kencang

 

ku terjebak dalam sesunyi rasa

ku coba empaskan

namun selalu kembali


energi itu pun menguat

kukira hanya singgah sejenak

ternyata terus merasuk

hingga sentuh bagian terdalam

dari segumpal daging yang disebut: hati

Rabu, 12 Januari 2022

Air

air itu

tak kunjung surut

terus kau naikkan volumenya

hingga menyeret udara

yang ku tiup 



air itu

terjang apa saja

libas nyala api

remukkan karang

sampai hati

rubuhkan fondasi


12 Januari 2022

untuk seseorang yang hatinya sedang terluka


Senin, 11 Oktober 2021

Kembali


Bait lagu di masa itu

tiba-tiba bergemuruh di dadaku

teringat pada sesuatu

yang dahulu membuatku pilu


semestinya

segala kenangan itu jadi abu

lebur bersama waktu

tetapi bayangan di mataku

tak hilang meski gelap menyatu 

Selasa, 07 September 2021

Seekor Anjing yang Ditinggal Tuannya

Malam itu

saat ku duduk di meja kerja

merangkai kata-kata

tiba-tiba

ku dengar senandung tak biasa

 

ia

menunggu di depan pintu

sesekali menggonggong

 

ku buka pintu

napasnya tersengal

tubuh kurus

di matanya, ada bulir tertahan

ia

menatapku

mengharap sepotong roti

namun aku tak punya roti

ku berikan tahu

ia pun makan

 

malam-malam berikutnya

ia datang kembali

mengendus-endus di balik pagar

berharap aku keluar

sekadar mengobati lapar

 

 

7 September 2021

Pisau yang Melukai Lenganku

Tajam

menukik di epidermis

menembus dermis

mengoyak hipodermis

pelan menebas

namun tak berdarah

 

ujung runcingnya masih melekat

gagangnya mengkilat

makin dalam

mengikis lapisan jaringan

berupaya mematahkan tulang

sisakan luka

 sementara

nun jauh di sana

seseorang tertawa

tatkala dengar aku teriak

ia berbaju malaikat

tetapi raganya kobaran api 

ia lah

pemilik besi berkarat

yang menikam lenganku.

 

 

Kab. Tegal,  2 September 2021

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...