Jumat, 28 Oktober 2011

Butuh keikhlasan

Kehidupan ini bukan kincir angin yang hanya akan sejalan, seputaran, satu arah dan satu bentuk saja. Ia (kehidupan) laksana lautan mahaluas. Ada banyak terumbu karang,buih, palung, gunung, bunga laut karam, ikan, kuda laut serta ombak yang menerjang. Dan kita adalah kapal yang berlayar di atasnya.
Kadang saat kita mengemudikan kapal, ada saja gelombang menghantam. Kita akan berjumpa dengan gunung es yang menjulang. Dan mungkin saja kita kan terdampar di pulau yang indah lantas terpesona dengan keindahannya.
Namun kawan... jangan pernah terhanyut oleh keindahan itu. Mungkin benar, keindahan itu menjanjikan kenyamanan, tapi belum tentu ia adalah kebahagiaan. Kadang-kadang, hal yang manis sebenarnya menyakitkan, dan hal yang pahit sebenarnya menyenangkan. Yang penting satu hal kawan... butuh keikhlasan...

28 Oktober 2011
selamat hari sumpah pemuda!

Kamis, 27 Oktober 2011

In my heart part 0ne

aku resah dengan kasak kusuk dunia kampus ini...
bukan karena takut berhadapan dengan pak dosen bu dosen, bukan juga karena enggan pratikum atau paranoid dengan ujian...
tapi lebih dari itu...
entah sejak kapan rasa begini datang, ia tak diundang, dan tak mau ku antar pergi...

dalam penglihatanku, semua yang kini terjadi adalah bagian dari bandwith limited, sesuatu yang dibatasi...seharusnya kita bisa lebih dari itu! hanya saja kita terjebak pada kata-kata takut.

kawan...mungkin kini tak akan kita temui damai di sini, bahkan sementara ini timbul ricuh..
namun percayalah,,cinta akan membuat segalanya indah!

Selasa, 25 Oktober 2011

Maret

Tungku yang memanas itu masih terasa
ketika maret menggulung kisahku
mengubur asa
mencabik rasa

Entah seberapa besar sayatan
luka ini kian menganga
aku pun terdampar dalam sepi yang tiba-tiba
dalam gelap yang tak kuinginkan

Kelam yang semakin kelam
maret melibasku dengan tebasan pedang perkara
diamku menahan pilu
merajut benang-benang kepasrahan

Maret kini telah pergi
dan ada yang kembali
tapi bukan yang dulu lagi...

Mengenag 20 Maret 2009

3 tahun yang lalu itu masih 'ada'

Tak mudah ku temukan hal yang sama seperti dulu,,saat semua masih di sini di dekat hatiku...tak ada yang bisa menggantinya.
Entah seberapa dalam, sampai-sampai luka ini cepat sekali sembuh dan rasa ini selalu ada. Sekarang di sana, dia bertahta. Aku tahu, dia dan kehidupannya yang sangat cemerlang jauh di 'timur seberang'.
Mungkin sesal dan kecewa memang ada, bahkan perih terus menikam hati. Namun, ketulusan ini masih.... untukmu, selamanya. Jika kita tak bisa bersama saat ini, maka cinta akan menyatukan kita di masa depan nanti.

Selasa, 18 Oktober 2011

Kalau boleh bicara politik...

Ini aku tulis ketika aku sedang sibuk mengurusi diskusi politik Jum'at nanti (21/10), ketika hujan rintik-rintik datang tiba-tiba...
Kata politik, tak ada kawan abadi, tapi bagiku ada! Kata politik, tak ada lawan abadi, ya kalau yang ini aku setuju.
Memang benar...politik adalah barang yang paling kotor di dunia ini, namun jika sudah tak mampu menghindar maka terjunlah.

Jumat, 14 Oktober 2011

Inilah hati seorang aktivis yang terdesak politik

Siang hari di kampus begitu mencekam...Tak ada yang asing di sini namun semuanya nampak mengerikan. Kecurigaan terekam di mata-mata siapa saja yang melalu jalanan ini. Serta merta ketakutan mencabik-cabik hati hingga ke akarnya. Ada pilu mengiris saat rasa-rasa tergadaikan seolah sebagai pembayaran.
Huuuummm.....entah kapan akan berlalu, pergolakan abu-abu ini. Ingin terbang melesat tinggi tetapi sayap telah dipasung di sangkar yang aneh.

Rabu, 05 Oktober 2011

Harapan sebuah usia pemuda

5 oktober 2011

Waktu terus berjalan, tak pernah berhenti berputar. Ia senantiasa menghadirkan berbagai fenomena, peristiwa, tragedi dan cerita. Menumpahkan berjuta rasa, suka, bahagia, duka, nestapa, amarah, kesal, kecewa...namun waktu tetaplah benda mati yang tidak patut disalahkan. Jika ada yang terlewatkan dari kesempatan atau harapan yang tak tersampaikan, itu adalah bagian dari proses kehidupan.
Waktu berbanding lurus dengan usia. Ketika waktu berdetak, maka usiapun kian bertambah. Dan kita semakin dekat dengan kematian. Orang bilang, hanya cinta yang bisa membuat kita bertahan meski rapuh, tetap tegar meski letih dan selalu tersenyum meski hati menangis. Bukan bagaimana waktu itu terlihat indah melainkan apa yang kita kontribusikan untuk diri kita, untuk keluarga, bangsa dan negara karena kita adalah pemuda.

Kawan, waktu, harapan, usia dan pemuda merupakan rangkaian rantai yang tak boleh lepas. Aku pun adalah bagian dari mereka (pemuda) yang memiliki usia. Ku ingin harapanku sesuai dengan kenyataanku tanpa menafikan sebuah tantangan...semoga... :)

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...