Kamis, 17 Oktober 2013

Ketika gerimis berlabuh di hatiku

Kutemukan kau, ketika gerimis pelan menitik di dasar hati. Tetapi kekalutan membunuhku. Kau yang diam-diam menyuarakan sejuk tetapi menghempasku. Aku hanyalah selembar daun basah, setia menadah lukamu. Segala keresahanmu. Biarpun buih telah merubah jadi ombak, aku masih tegak berdiri di atas batu karang. Aku, untuk menyiramu perlahan dengan keharuman bunga jiwaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...