Senin, 06 Agustus 2018

Gelombang yang Tiba-Tiba Mengempas Wajahku

Laut... yang kutatapi, tiba-tiba bergerak. Perlahan ayunkan gulungan ombak. Lalu, empaskan separuh wajahku dengan airnya.

Katakan bagaimana caranya aku teriak. Sebab titik air itu memaksa masuk ke kornea mataku.

Katakan bagaimana aku bisa keringkan tetesan gelombang di pipiku. Rasanya begitu perih; seakan kenai garis luka di mukaku.

Katakan bagaimana hentikan hentakannya yang kian kuat. Karena jemariku mulai lemah menahan tirta amarta.

Katakan saja, apa pun itu, ucapkan. Paling tidak, agar gelombang tak lagi berderak.

Tempat yang Dulu Kau Sebut Rumah

Tempat (yang Dulu) Kau Sebut Rumah

Tumpukan bata di sudut jalan mulai berlumut tak ada angin berembus lewat jendela setiap pagi pintu berderit hanya sekali tatkala penja...