Senin, 30 September 2013

Secarik surat untuk sebuah nama

Kulihat kau dengan hati, dalam kecupan hangat, dan sepucuk doa yang kutitipkan pada Tuhan. Kupandang kau dengan mata terpejam, dalam senyuman cantik, dan bisikan lagu di jantungku. Entah bagaimana rupa merah kulukiskan di dindingmu, segalanya teramat elok nan rupawan, bahkan tatkala nafas ini terasa terhenti, kau masih saja menyematkan warna pelangi. Kini, biarkan aku menyentuh telapak kakimu, tetap hidup yang tak akan kembali.

Untuk sebuah nama

Sebuah nama yang lama menghilang kini hadir kembali. Pernah membuat hati bergetar dari tiap kata yang ia ucapkan, nafas yang ia hembuskan, senyuman yang ia lemparkan. Entah bagaimana ia datang dengan tiba-tiba dan menciptakan seberkas embun di kalbu. Titisan yang telah lama hilang. Tak ada ketakutan di sudut hati ini kecuali pada satu hal, aku takut suatu hari akan tersakiti dan disakiti. Tetapi lagi-lagi hidup harus berlanjut, harus dijalani. Stagnan di tempat hanya akan memahat kita sebagai manusia tak berguna. Sekarang, dengan mengucapkan doa kepada Tuhan, aku tengah membisikan tiga kata untukmu. -For my soul-

Kamis, 08 Agustus 2013

Happy Ied Al Fitri

Lebaran ini adalah metamorfosa, dari status mahasiswaku ke status sarjana. Sebuah kebahagiaan dalam keluarga besar. Kejutan yang tak pernah disangka. Kelulusan yang membuat semua orang di desa yang kutemui bergumam "cerdas". Mereka melihat sekejap, bahwa semua itu kudapatkan dengan mudah. Padahal, perjalanan yang sangat panjang telah kusimak, kulalui bahkan nyaris memutuskan harapan. Tapi, aku...selalu percaya, Tuhan tidak pernah tidur. Sekalipun aku hanya diam, berbisik keluh dalam hati, Dia senantiasa Mahamengetahui. Happy Iedul Fitri All... Setelah ini, perang sebenarnya akan dimulai. Be success soon... amin :) For : All people who is loved by me.

Rabu, 26 Juni 2013

Derai-derai yang tak pernah menyatu

Biar kuceritakan padamu... tentang derai-derai yang tak pernah menyatu. Derai-derai terus berkelana. Derai-derai yang disebut rindu. Derai-derai yang dinamakan cinta. Derai-derai yang selalu berderai... Derai malam nampak sangat melankolis. Derai pertanyaan lalu menghujamku. Derai-derai kata kunci berusaha menebak perasaanku. Kemanakah lantas derai-deraiku berlari? Sebab hati telah jatuh berderai. Tak jua menemukan kepingannya. Dan aku dan derai-derai yang tak pernah menyatu... Lekas dekaplah aku, agar derai-derai tak semakin bercerai berai...

Jumat, 25 Januari 2013

Setia itu...

Apakah kesetiaan itu masih berlaku? Apakah kesetiaan masih berharga? Apakah kesetiaan masih bisa diandalkan sebagai bentuk penghargaan terhadap pasangannya? Apakah kesetiaan merupakan harga mati dari sebuah hubungan? Seperti apakah wajah kesetiaan? Bagaimanakah setiap orang bisa mempertahankan cintanya di tengah kebosanan? Ah, banyak sekali pertanyaanku malam ini. Rasa bersalah yang menyelimutiku. Rasa sesal ketika tak mampu menegur yang salah dan menyelamatkan yang tersakiti. Semuanya seperti abu-abu yang melesat pelan-pelan ke sudut hatiku.

Rabu, 23 Januari 2013

Senin, 21 Januari 2013

Sebuah tanya

Setiap pertanyaanmu pasti akan kujawab. Berapa ribu kali pun kau bertanya, pasti akan selalu kujawab. Namun sampai hari ini kau tidak pernah bertanya. Aku tak suka berandai-andai, karena itu menyakitkan. Pertanyaanmu sangat berarti untukku. Tapi bagaimana aku bisa menjawabnya sedangkan kau hanya bicara lewat mata. Mata yang kadang aku tak mengerti mengapa selalu menyiratkan banyak pertanyaan. Mata yang penuh misteri. Sudahlah, aku tak ingin terus menebak-nebak begini. Aku lelah. Aku tak ingin mengulang kejadian sembilan tahun silam. Ah, apakah kau mengerti? sedangkan aku dan kau adalah bulan dan matahari. Sekarang aku melihatmu, melihatmu dari dekat. Beberapa kali mondar-mandir di depanku. Hatiku bergetar. Tapi aku hanya diam. Sebab aku takut. Takut untuk merasakan lebih dari ini. Semoga, tak ada yang tersakiti. Untuk esok atau hari ini.

Jumat, 18 Januari 2013

Ini ceritaku....

KKN membuat cerita baru. Cerita yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Desa Purwodadi, itu nama desa tempatku belajar mengabdi. Sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Walaupun tidak jauh dari kota, tetapi desa ini tergolong masih tertinggal. Masih banyak yang perlu dibenahi. Inilah tugas kita sebagai mahasiswa. Menerapkan teori di lapangan. Namun, tidak semudah membalikan telapak tangan karena nyata-nyata keduanya berbeda. Perlu perjuangan untuk meyakinkan masyarakat. Ah, menurutku mereka tidak perlu diyakinkan sebab jelas-jelas di lapangan berbeda, sangat berbeda. Belum tentu teori yang kita dapat di bangku kuliah mampu mengatasi permasalahan mereka. Seperti ada pertanyaan tentang flu burung. Aku sempat terkesima karena daging ayam yang kena flu burung itu mereka makan! wow, sebuah tindakan yang tak terduga. Mungkin karena ada keyakinan bahwa mati adalah ketentuan Tuhan. :) Sekalipun ini sulit... KKN harus tetap menjadi bagian perjalanan dari mahasiswa. Sungguh aku merasa kerdil di sini, aku bukanlah siapa-siapa.

Senin, 31 Desember 2012

Aku dan Demisioner

Demisioner diartikan sebagai masa sejak seseorang telah habis masa jabatannya (keadaan tanpa wewenang dan kekuasaan) dan/atau setelah Laporan Pertanggungjawaban, sampai pejabat/pengurus terpilih disahkan. Alhamdulillah, aku sudah demisioner. Pertanggungjawaban hari Sabtu lalu telah menetapkan statusku sebagai demisioner. Tiada kata yang bisa kuucapkan selain ucapan terima kasih kepada kawan-kawan yang telah menemaniku selama satu periode kepengurusan ini. Terima kasih atas dedikasi dan kerja kerasnya. Terima kasih atas loyalitas dan pengabdiannya pada Fakultas dan Universitas. Terima kasih atas kebesaran hati dan ketulusannya. Ah, banyak sekali terima kasih yang ingin kuhaturkan untuk kalian semua. Terima kasih atas perjuangan kalian. My love forever for you all... :)

Rabu, 24 Oktober 2012

Memaknai Jatuh Cinta

Semalam seorang berdiskusi denganku tentang makna jatuh cinta. Katanya, setiap orang bisa mengatakan dirinya sedang jatuh cinta, tapi hakikatnya kadang dia tak tahu apakah dia benar-benar jatuh cinta. Sangat sulit mendefinisikan arti jatuh cinta, begitu komentarnya. Dia menyisipkan beberapa makna jatuh cinta. Dia berkata, "Jatuh cinta adalah ketika kamu mengaguminya bertahun-tahun, mengoleksi foto-fotonya, selalu membuka fbnya...". Sebenarnya masih ada sambungannya. Namun berhubung SMSnya sudah terhapus, hanya bagian itu yang aku ingat. Kemudian, dia berucap lagi bahwa kata-kata dari Mario Teguh lebih indah. Sayangnya dia tidak bisa mengirimkan lewat pesan di ponsel karena filenya terhapus (Kecewa). Kata seorang di Pontianak sana, jatuh cinta tidak perlu dimaknai apa-apa karena tiap orang memiliki cinta yang berbeda. Yaahh... tak tahulah, bagiku setiap orang berhak untuk mengeluarkan statementnya, hehehe.... Kalau untukku, jatuh cinta bisa berkali-kali tapi mencintai adalah apa yang pertama kita jumpai.

Kamis, 12 Juli 2012

Ketika Langit Tak Lagi Indah di Bulan Desember

Ketika langit tak lagi indah di bulan desember… Kucium hatimu dengan amat sakral pada hari penuh ketegangan. Akar jiwaku luruh, kita telah bercerai berai, sedangkan kenangan tak lagi menyisakan cinta. Kita adalah angin, tetapi tidaklah berhembus ke arah yang sama. Kita adalah matahari, tetapi terpisah di antara Andromeda dan bimasakti. Dan kita adalah barisan kata-kata, tetapi bukan paragraf dalam selembar kertas. Entah berapa lagi kejemuan ideologi membukit jadi gunung, gunung jadi lembah dan lembah jadi lautan. Sebab kau kini serupa api, memadamkan hentakkan kaki-kaki hujan. Tiba-tiba saja kau jelmakan dirimu selaksa rubah di bumi. Memangsa siapa saja, menikam, menelan jantung siapa saja. Ketika langit tak lagi indah di bulan desember… hitam mencerca sinarannya. Aku dan kau bertarung abstrak, bertanding kiasan, namun hantaman ini teramat tajam lukanya, hingga aku tak tahu apakah akan selalu kelabu.

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...