Minggu, 27 Maret 2022

Sesal

setelah jauh
dari tempat kau tumbuh
pikiran dan hati beradu
lawan waktu
yang kian laju
bersama kenangan juga rindu

apa kau menyesal?
sebab tinggalkan ruang kecil
saat ditimang dahulu
lidahmu
mungkin enggan mengaku
bibirmu kelu
tetapi
sorot matamu
adalah jendela itu


Tegal, 20 Maret 2022

Sabtu, 05 Maret 2022

Lukisan dan Jejakmu

lukisan itu

masih kau simpan

di sudut ruang

yang sunyi senyap

ku bawa  

sisa jejakmu

dari bufet tua

rak sepatu berdebu

dan sayap elang, kesayanganmu

kan kurawat

agar kau tetap hidup

walau sebilah papan

telah ukir namamu

yang Tersisa dari Kenangan

yang tersisa dari kenangan

adalah lukisan berdebu

teronggok di ruang tanpa suara

 
yang tersisa dari kenangan                                                   

adalah bayangan masa kecil

manakala kau genggam kedua tangan

mendekapku dalam kedinginan

tertawa di beranda favoritku

menyeruput segelas kopi hitam

seraya duduk di kursi bambu

 

yang tersisa dari kenangan

adalah samar kebersamaan

sulam keriangan

atau santap malam yang membahagiakan

 

yang tersisa dari kenangan

adalah namamu di sebilah papan

mengapit tanah bertabur kamboja

 

yang tersisa dari kenangan

adalah kerinduan untuk pulang

pulang ke tempat yang kau sebut rumah

Tegal, 5 Maret 2022

Selasa, 01 Maret 2022

Antara Kenangan (2)

kugenggam tanganmu

tatkala napas terempas dari dada

tak lagi ada detak jantung

kulitmu membeku

 

kualirkan energi

dan terus memanggil nama itu

berharap kau tak lekas pergi

sebab aku belum siap

seorang diri hadapi

dunia yang terjal jalannya

 

tiga puluh menit berlalu

ku masih yakin kau belum pergi

meski nadimu tak terasa lagi

 


tapi

pada menit ketiga puluh satu

ku rasa aliran darahmu

denyut nadi

irama jantung

pelan ku lepas genggaman itu

aku mundur

manakala mereka hampiri tubuhmu

yang mulai hangat

 

kukira kau tak pernah tahu

aku yang meminta kau kembali

dan terus menarik erat

saat kau hendak terpental

ke alam yang tak kukenal

 

sampai kau tersadar

tak ada kata terucap untukku

tetapi dari kornea matamu terlihat

kau berusaha kuat

untuk tidak melenakan hatiku

dengan “terima kasih” dan “sayang”

 

Yogyakarta, 2011

Anomali (4)

berjalan menyusuri belantara tanpa pernah peduli marabahaya tidak kah kau ingin bertanya apa aku baik-baik saja dunia ini fana manusia hanya...